Konservasi Mangrove
Abrasi pesisir pantai hingga ke area persawahan di Desa Daun, Sangkapura,Bawean menjadi isu yang perlu diselesaikan. Dengan adanya abrasi tersebut maka lahan persawahan semakin tergerus dan menjadi lahan yang tidak produktif. Tahun 2016 menjadi tonggak awal PT.PJB UP.Gresik melakukan program konservasi mangrove diarea pesisir Desa Daun Bawean. Dengan penanaman sepuluh ribu mangrove dan 2000 cemara udang. Sepuluh ribu pohon mangrove ditanam masing masing pada tahun 2017 dan 2018 serta ditahun 2019 sebanyak dua puluh ribu pohon ditanam. Sehingga total sampai 2019 terdapat lima puluh ribu pohon mangrove yang sudah ditanam. Saat ini tidak hanya memperbaiki abrasi pesisir dan lahan petanian tetapi adanya penggalakan penanaman dan perlindungan mangrove untuk memperbaiki vegetasi perairan di pesisir Desa Daun. Karena adanya pohon mangrove menjadi tempat hidup untuk berkembangbiaknya ikan, kepiting dan hewan laut lainnya. Dengan demikian nelayan akan semakin sejahtera. Selain itu cemara udang dan mangrove di desa daun saat ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi keluarga yang menyajikan pemandangan alami dan menyegarkan. Hal ini tentunya akan menambah nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus saling bersinergi untuk memperbaiki lingkungan hidup pesisir di Desa Daun.